Archive for December, 2007

Dalam Bayanganku

Dalam bayanganku, pasir berwarna gosong menyambut
penumpang sebuah kapal yang karam dengan penuh keteduhan, serupa lambaian nyiur
yang juga mendesahkan resah. 

Dalam bayanganku, dahaga pencarian cair saat sejenis
air suci dari bongkahan serupa giok Cina menyusuri liang tenggorokanku.

Dalam bayanganku, seonggok rumah tegak berdiri
beratap pelepah yang telah tanak dipanggang api abadi.

Dalam bayanganku, aku lelap di atas karpet pasir
bersama sejenis keyakinan bahwa sedih mesti pecah dan usai saat pori-porimu
menghisapnya.

Dalam bayanganku, sepotong ombak kecil datang
bukan karena keinginannya, tapi karena pantai telah memanggilnya.

Dan tidak dalam bayanganku, aku ingin hanya kamu
yang terus dan tetap menyambutku…

~ Lenteng Agung, 241207 ~

Kepada Kamu…

Kulitku yang tawar berhutang banyak kepada kulitmu: aku sering meminjamnya
untuk terus merasa,
ketika pedih yang semakin pedih bangkit sejenak menyuntikkan masa lalu.

Kupingku yang tipis berhutang banyak kepada kupingmu: aku sering meminjam
lorongnya untuk membuat lelah perjalanan kata,
ketika ia mungkin saja mampu membuat nyeri di hati.

Lidahku yang kelu berhutang banyak kepada lidahmu: aku sering meminjam
manisnya untuk tidak menghancurkan harapan,
ketika orang lain menghampiri membagi cerita mereka.

Hidungku yang kedodoran berhutang banyak kepada hidungmu: aku sering
meminjam bulu-bulunya untuk menangkap riang,
ketika sepi semakin menjadi-jadi di sini.

Empat mataku berhutang banyak kepada sepasang matamu: aku sering meminjam
kelopaknya untuk menyaksikan sekitar,
ketika aku terlupa bahwa hari ini bunga-bunga juga menguarkan wangi.

Dalam batok kepalaku berhutang banyak kepada dalam kepalamu: aku sering
meminjam isinya untuk mengamini,
ketika hidup ternyata memang dimulai hari ini.

Hatiku yang pekat berhutang banyak kepada hatimu: aku sering meminjam
kilaunya untuk meyakini lagi bahwa masih ada kasih sayang di dunia ini.

~ Lenteng Agung, 241207 ~